Wednesday, August 26, 2015

KETIKA CINTA DATANG BERSUJUD

Belum terlewat menadah tangan
Memohon pada Ilahi
Kuserahkan sekeping hati yang pasrah
Dalam perjalanan duka yang tidak bertepi

Belum terlewat menadah tangan
Saat  pilu  mencengkam hati
Menjenguk gelas kekecewaan
Yang pahit persis jadam

Sungguh payah mencari sebuah keikhlasan
Bagaikan seekor semut hitam
Pada malam  yang kelam
Terkurung dalam penjara kesalahan
Tidak nampak jalan  pulang

Lantera sebuah kehidupan
Memang sangat memedihkan
Lantaran  sebuah kealpaan
Telah mengundang sejuta penyesalan

Ketika doa menginjak kalbu
Mengetuk pintu keinsafan
Mata tidak mampu dibuka
Diam yang membawa luka
Diam yang mengundang lara

Lambat lagi  kah maut menjemput
Mengiringi segala penyesalan
Sesungguhnya kemaafan itu
Sebuah hadiah yang terindah

Kalungkan aku sumpah setia
Rantaikan aku  ikatan  kasih
Untuk menyuluh serelung hati
Bersama gerimis di pipi
Menadah tangan  merendah hati 
Menerima takdir cinta Ilahi
Andai itu tertulis di azali