Friday, May 15, 2009

Puisi: Bicara Cinta Tsunami



BICARA CINTA TSUNAMI
Andainya engkau tahu
sekeping hati bisa ditatap
mungkinkah sanggup melihat deritanya
Sarat dengan sengsara
walau terlindung di sebalik nyalaan redha

Andainya engkau tahu
jika hati bisa bermadah bicara
sudah pasti
engkau mendengar cerita yang paling sedih
Namun…..
tersembunyi di tabir harapan

Jika engkau tahu
walau hati ini bisa berlagu
sudah pasti mengalunkan irama yang paling sendu walau mungkin
Ternoktah di dinding kesabaran

Jika engkau sedar
Kalau hati ini bisa dilukis
sudah pasti engkau menangis
melihat keburukan, kepedihan dan kepiluan
tertanam di dalamnya
sedang kanvas yang tak bernyawa bisa menilai
erti keperitan cinta tsunami
yang tergadai
oleh maruah diri
oleh jelekan hati nurani
oleh ratapan nafsu berahi.

Mengenangkan dirimu Tsunami
menjadikan aku begitu kerdil
hina dan papa dalam mengejar kehendak azali
merenung zahirmu Tsunami
menjadikan aku insan hina
hanyut di lembah jagatraya
yang bermata tapi tak berhati

Mengingati diri Mu Ilahi
menyedarkan aku di alam maya
menitiskan darah berwarna jingga
melihat gelimpangan mayat di dada bumi
biarkan bicara ini
bicara cinta Tsunami
dalam korpus kehidupan yang tak bertepi
menadah tangan insani
memohon simpati yang hakiki .


Kencana Merana .

No comments: